Sekretaris DPRD Hadiri Pembukaan Pra Musrenbang RKPD Kaltim 2024
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,SAMARINDA-
Sekretaris
DPRD Kalimantan Timur Hj Norhayati Us, menghadiri pembukaan Pra Musrenbang
Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kalimantan Timur Tahun 2024, di Hotel
Mercure Samarinda, Rabu (12/4/2023) lalu.
Kegiatan Pra Musrenbang RKPD Kaltim 2024 itu
dibuka Sekretaris Provinsi Kaltim Sri Wahyuni. Kegiatan tersebut sebagai upaya
percepatan yang dilakukan melalui peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia
dan Infrastrukytur Wilayah yang andal
akan menjadi modal bagi daerah serta memberikan manfaat.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim Sri Wahyuni
menegaskan di dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah ini, agar RKPD
bukan sekedar kewajiban untuk menyusun sebuah rencana, tetapi output dan
outcome yang akan dihasilkan benar-benar
adalah sebuah komitmen untuk menumbuhkan diversifikasi ekonomi menuju
transformasi ekonomi.
Dikatakan, mungkin selama 3 tahun bicaranya menuju transformasi ekonomi, yang
percepatan transformasi ekonomi itu apa saja yang harus di siapkan, apa saja yang harus di investasikan dari
sekarang, dan saat ini APBD Kaltim dari tahun ke tahun
meningkat, tahun depan di proyeksikan
APBD Kaltim itu hampir Rp 20 triliun (Rp19, triliun lebih), sampai 2026 akan
melampaui Rp20 triliun.
“Pertanyaannya Kaltim mau berinvestasi apa dengan APBD sebesar
ini, kita mendapat pendapatan dari pajak
BBM yang tinggi karena harga yang baik, kita dapat royalty, dapat bagi hasil karena harga minyak
yang baik, kalau misalnya tidak terjadi
krisis lagi di negara lain, harga-harga turun akan mempengaruhi pendapatan kita
meskipun 54% pendapatan kita sudah bersumber dari pendapatan asli daerah, jadi posisinya lebih besar pendapatan asli
daerah dibandingkan dengan penerimaan
dari dana transfer yang biasanya menjadi tulang punggung ABPD,” papar Sri Wahyuni saat membuka Pra
Musrenbang RKPD Kaltim tahun 2024.
Dengan dana yang besar ini juga harus bijak,
sebagaimana Kaltim memiliki pendapatan, dan
pendapatan itu akan
diinvestasikan ke mana, supaya
pendapatan itu tidak habis sebagai belanja
habis pakai, tapi dia meninggalkan jejak outcame,
meninggalkan manfaat yang berkelanjutan ke depan. Itulah mengapa isu
transformasi ekonomi menjadi sangat penting,
“Terkait dengan ini, tentu kita berharap
bahwa kebijakan untuk penguatan transformasi ekonomi tidak hanya dilakukan
dilingkungan Pemprov Kaltim, tetapi kita juga mendorong Pemerintah kabupaten
kota juga mengalokasikan sumber
daya, memperhatikan setiap perencanaan
pembangunan untuk percepatan transformasi ekonomi ini di wilayahnya
masing-masing.” Katanya.(pk)